A.
Hakikat
seorang pemimpin yang baik dan atribut personal yang harus dimilikinya.
Seperti yang telah dikemukakan oleh
Aristoteles bahwasannya manusia adalah zoon
politicon yang berarti makhluk hidup yang selalu hidup bermasyarakat. Hal
ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup
sendiri dan selalu membutuhkan orang lain untuk berinteraksi. Oleh karena
adanya koderat itulah maka penting bagi manusia hidup secara berkelompok dan
berorganisasi. Dengan berkelompok dan berorganisasi maka tujuan hidup mereka
akan lebih mudah untuk diwujudkan.
Dari sekelompok orang yang berkumpul
dan berorganisasi itulah, disadari maupun tidak pasti terdapat seseorang yang
dominan diantara yang lainnya. Seseorang tersebut dikatakan dominan saat ia
memiliki kemampuan yang lebih baik, dimana kemampuan yang dimilikinya itu mampu
membawa pengaruh bagi orang-orang disekitarnya. Kemampuan itu bisa berupa
kemampuan IQ (Intellectual Quotion),
EQ (Emotional Quotion) maupun SQ (Spiritual
Quotion). Seseorang yang dominan itulah yang kemudian disebut
sebagai pemimpin dalam kelompok atau organisasi tersebut.
Kehadiran seorang pemimpin dalam sebuah
kelompok maupun organisasi kemudian menjadi sangat penting dan menjadi faktor
yang mempengaruhi kelangsungan dan kesuksesan kelompok tersebut dalam mencapai
tujuannya. Misalkan saja, sebuah pemerintahan suatu negara tidak akan bisa
berjalan secara selaras saat dipimpin oleh banyak pemimpin, karena hal itu akan
memicu terjadinya benturan-benturan karakter dan watak yang membawa perbedaan
pendapat yang akhirnya menjadi perdebatan. Oleh karena itulah, dalam memimpin
sebuah pemerintahan dipilih satu orang saja yang dapat menyatukan visi dan
perspektif yang berbeda dari banyak kepala dalam kelompoknya. Dari gambaran
itulah, dapat disimpulkan betapa pentingnya seorang pemimpin dalam organisasi.
Untuk mencapai keberhasilan organisasi
yang dipimpinnya dalam mencapai tujuan, menjadi penting bagi seorang pemimpin
memiliki atribut-atribut personal seorang pemimpin dalam dirinya.
Atribut-atribut personal atau yang dapat disebut sebagai kepribadian inilah
yang nantinya akan pula mempengaruhi cara dan karakteristik kepemimpinannya
dalam memimpin kelompoknya. Secara umum pemimpin yang baik harus memiliki kepribadian
yang baik diantaranya:
1. Jujur
Memiliki
kepribadian jujur menjadi penting bagi seorang pemimpin mengingat seseorang
menjadi pemimpin adalah untuk dipercayakan atas kepercayaan kelompok yang
dipimpinnya, bahwa dia mampu membawahi orang-orang yang dipimpinnya dalam misi
mencapai tujuan dengan cara yang baik, sesuai dengan norma dan tentunya
bertanggung jawab baik pada orang lain maupun pada dirinya sendiri.
2. Kemampuan
memimpin (mumpuni)
Kemampuan
untuk memimpin baik secara fisik maupun psikis. Sehingga mampu bekerja secara
efisien dan mampu membawa kemajuan bagi kelompok yang dipimpinnya. Memimpin
bukan berarti bekerja dengan mengandalkan diri sendiri namun mampu membawahi
dan mengarahkan kelompoknya untuk mencapai tujuan secara bersama-sama.
3. Memiliki
komitmen
Seorang
pemimpin harus memiliki komitmen agar segala yang dilakukannya dapat
terorganisir dengan baik. Apa yang dia mulai harus dia selesaikan.
4. Memiliki
attitude yang positif
Attitude
atau perilaku positif sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin, mengingat
dia menjadi tauladan yang sikapnya diikuti dan dicontoh oleh kelompok yang
dipimpinnya. Ada sebuah kata bijak” perilaku seorang pemimpin tercemin dari
kelompok yang dipimpinnya”
5. Kreatif
Seorang
pemimpin yang baik harus memiliki kreatifitas sehingga ia tidak mudah patah
arang saat berada dalam kondisi yang terdesak untuk menyebabkan ia tersudut. Seorang
pemimpin yang kreatif selalu dapat menemukan jalan dalam kesempitan, dan
memanfaatkan kesempitan menjadi sebuah kesempatan.
6. Dapat
memberikan inspirasi
Seorang
pemimpin harus bisa memberikan semangat dan kekuatan bagi orang-orang yang
dipimpinnya. Disinilah peran pemimpin sebagai motivator atau pemberi dorongan.
Seperti halnya pepatah jawa yang disampaikan oleh ki hajar dewantara “ Ing
ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
7. Percaya
diri
Pemimpin
yang baik pasti memiliki kepercayaan diri yang seimbang. Mengapa dikatakan
harus seimbang? Karena, saat seorang pemimpin memiliki kepercayaan diri yang
terlalu tinggi menjadikannya kurang peka terhadap aspirasi kelompok yang
dipimpinnya, ini akan memicu praktik otoritas. Sebaliknya saat seorang pemimpin
tidak memiliki kepercayaan diri saat itu pula ia tidak memiliki keyakinan dan
keteguhan diri sehingga ia akan mudah diombang-ambing keadaan bahkan orang lain
8. Loyal
Loyalitas
sangat penting dalam menjalin hubungan antara satu manusia dengan manusia yang
lain. Karena loyalitas juga berhubungan erat dengan kepercayaan. Seorang
pemimpin yang baik pasti memiliki loyalitas terhadap kelompok yang dipimpinnya
karena dengan loyalitas inilah maka jiwa rela berkorban dan patriotik dapat
terbentuk secara alami.
9. Komunikatif
Seorang
pemimpin harus komunikatif. Ini berarti baik tutur bahasa, cara bicara hingga
bahasa tubuhnya jelas dan bersifat informatif
10. Memiliki
rasa humor
Pemimpin
yang baik selalu menganggap dirinya sama dengan orang-orang yang dipimpinnya
sehingga tidak diperlukan sebuah gape yang dapat membatasi geraknya dalam
bersifat koorperatif dengan kelompok yang dipimpinnya tersebut. mampu
memberikan rasa nyaman bagi orang-orang yang dipimpinnya sehingga jiwa
koorperatif dari merekapun tumbuh dengan sendirinya.
B.
Pemimpin
kharismatik
Max Weber, seorang
sosiolog adalah ilmuwan pertama yang membahas kepemimipinan karismatik. Lebih
dari seabad yang lalu, ia mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa
Yunani yang berarti “anugrah”atau “pemberian tuhan) sebagai suatu sifat tertentu dari
seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang
sebagai kemampuan atau kualitas supranatural, dalam bahasan ini berarti pemimpin tersebut memiliki inner
beauty yang mampu memberikan pengaruh dan menarik orang-orang disekitarnya.
Gaya kepemimpinan karismatis dapat
terlihat mirip dengan kepemimpinan transformasional, di mana pemimpin
menyuntikkan antusiasme tinggi pada tim, dan sangat enerjik dalam mendorong
untuk maju. Namun demikian, pemimpin karismatis cenderung lebih percaya pada
dirinya sendiri daripada timnya. Ini bisa menciptakan resiko sebuah proyek atau
bahkan organisasi akan kolaps bila pemimpinnya pergi. Selain itu kepemimpinan
karismatis membawa tanggung-jawab yang besar, dan membutuhkan komitmen jangka
panjang dari pemimpin. Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik
yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh
pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan
secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi. Pengikutnya tidak
mempersoalkan nilai, sikap, dan perilaku serta gaya yang digunakan pemimpin.
Peneliti pertama
yang membahas kepemimipinan karismatik dalam kaitannya dengan PO adalah Robert
House. Menurut teori kepemimipinan karismatik House, para pengikut memandang
sebagai sikap heroik atau kepemimipinan yang luar biasa saat mengamati perilaku
tertentu. Salah satu telaah literaturnya bagus menunujukan adanya empat
karakteristik
pada seorang pemimpin kharismatik yakni, sebagai berikut:
1.
Visioner
Seorang
pemimpin kharismatik adalah seorang visioner, dimana ia selalu mengedepankan masa depan
dan menganggap masa depan lebih baik dari status quo. Hal ini berarti pemimpin
kharismatik sangat peka akan perubahan.
2.
Risiko pribadi.
Para pemimpin kharismatik bersedia
mengambil risiko pribadi yang tinggi demi mencapai visi yang telah
dicanangkannya (easy to take risk).
3.
Sensitif dengan kebutuhan bawahan.
Menerima kemampuan orang lain dan bertanggung jawab atas kebutuhan dan perasaan
mereka
4.
Perilaku yang tidak konvensional.
Memiliki perilaku yang dianggap baru dan berlawanan dengan kebiasaan.
C.
Isu-isu
tentang kepemimpinan narsisism
Berbicara mengenai
isu-isu tentang kepemimpinan narcisisism akan mengingatkan kita pada dua sosok
yang mendunia. Dua sosok itu adalah Adolf Hitler, seorang politikus jerman dan
rezim nazzinya yang sampai saat ini tercatat sebagai sejarah yang abadi serta Jack
Welch, mantan chairman dan CEO perusahaan raksasa Amerika Serikat, general
electric (GE) yang mendapat julukan “manager
of the century” oleh majalah terkemuka Fortune
atas prestasinya menjadi orang nomor 1 di GE selama 20 tahun berturut-turut.
Kedua orang diatas disebut-sebut
sebagai contoh dari pemimpin narsistic yang paling berpengaruh didunia, namun
keduanya memiliki aliran narsisitik yang berbeda. Adolf Hitler lebih dikenal
sebagai pemimpin yang beraliran narsistic
personality disorder sementara Jack
Welch terkenal sebagai pemimpin beraliran productive
narcissist leader.
Namun pada dasarnya,
karakter personal yang dimiliki oleh kedua pemimpin narsistik ini sama karena
jenis pemimpin ini cenderung arogan, berbuat dengan mengikuti kehendak hatinya
dan hampir tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain. Selain itu, pemimpin
beraliran narsistik juga merupakan jenis pemimpin dengan visi yang idealis,
ingin mengubah dunia menjadi lebih baik dengan caranya sendiri. Jenis pemimpin ini merupakan antithesis dari
jenis-jenis pemimpin yang lain karena memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang
tinggi
Pada 1980-an dan 1990-an,
konsep kepemimpinan memang didominasi oleh teori EQ yang diusung Daniel
Goleman. Teori kepemimpinan itu menyatakan bahwa pemimpin yang sukses adalah
pemimpin yang mau berempati, mendengarkan pendapat orang lain, dan lebih
cenderung mengambil keputusan lewat konsensus.
Menurut Maccoby, konsep kepemimpinan yang
berdasarkan EQ itu sangat ideal, namun dalam kenyataannya sangat sulit
dilaksanakan. Organisasi yang menjalankan konsep kepemimpinan itu memang
merupakan tempat yang nyaman untuk bekerja, namun belum tentu organisasi itu
akan sukses. Sering seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang sulit yang
mungkin justru tidak menunjukkan empatinya sama sekali kepada orang lain.
Misalnya saja ketika dia harus mengambil keputusan secara cepat sehingga tidak
ada waktu lagi untuk berdiskusi dengan orang lain. Atau bisa juga ketika dia
harus melakukan PHK besar-besaran agar perusahaan yang dipimpinnya dapat terus
berjalan.
Selain Jack Welch, sejumlah pemimpin bisnis
terkemuka adalah jenis pemimpin narsistic. Misalnya Bill Gates dari Microsoft,
Steve Jobs dari Apple, dan Larry Elison dari Oracle. Banyak juga pemimpin
pemerintahan yang termasuk jenis pemimpin ini. Misalnya Winston Churchill, Bill
Clinton, Mahathir Mohamad, atau Thaksin Shinawatra.
Referensi:
J. Dubrin, Andrew.
2006. The Complete Ideal’s guides:
Leadership. Prenada : Jakarta.
Chandra, Bong. 2012. The Billionaire Codes. Kompas Gramedia :
Jakarta
www.queenaya-84.blogspot.com
dalam isu-isu kontemporer dalam
kepemimpinan. Dikutip pada 22 September 2014 jam 07.00 WIB
www.forbes.com
dalam 10 qualities to make a great leader.
Dikutip pada 22 September 2014 jam 15.00WIB
Majalah Tempo online (jakarta), 17 Juni
2014. www.tempo.com
dalam psikopatik=narsistik=totaliter. dikutip
pada 23 September 2014 jam 06.30 WIB
Casino of Chance Casino Review 2021 - 나비효과.com
BalasHapusCasino of Chance Casino is licensed https://deccasino.com/review/merit-casino/ in Costa Rica and is one https://jancasino.com/review/merit-casino/ of the best casinos owned by the company. Players 1xbet korean can get a septcasino great welcome bonus and Rating: 4.5 · Review 나비효과 by Casino.in